Pembaca dan sahabat sukses yang dirahmati Allah Swt, ijinkan saya (Aulia Rahman Pak Guru, SH., CH., CHt., RhR. IBH) Owner/Master Trainer Lembaga Motivasi Wonderful Success Motivator dan Rumah hypnoRELAXATION, di hari yang suci ini bertepatan dengan Hari Raya Iedul Adha 1432 H. Mengajak Anda semua untuk bermuhasabbah tentang Pendidikan yang telah kita lakukan sebagai orangtua kepada Anak kita.
Pembaca dan Sahabat Sukses Yanng diRahmati Allah, kita pasti telah tahu, bahkan ini sudah melekat pada pikiran serta ingatan kita tentang sejarah Iedul Adha atau sering kita kenal dengan Hari Raya Qurban, yaa benar sekali sejarah tentang Nabi Ibrahim dan Putranya Nabi Ismail.
Tapi permasalahannya disini, apa bila kita hanya mengambil hikmah dari peristiwa tersebut sebatas itu, maka yang kita dapat hanya makna keikhlasan dan ketauhidtan seorang hamba kepada Rabbnya, maka saya saat ini mengajak anda untuk memahami peristiwa tersebut dari kacamata Parenting.
Disampaikan tanggal 14 Oktober 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz
Ada-ada saja keluhan yang disampaikan oleh orangtua tentang tingkah laku anaknya, mulai anaknya yang sering cemberut, suka murung, mengurung diri dan lain sebagainya. Tapi ketika ada orangtua mengkonsultasikan permasalahan itu mungkin wajar karena tindakan tersebut merupakan upaya wujud kasih sayang orangtua kepada ada dengan mendatangi konsultan pendidikan atau para ahli psikologi anak, sebenarnya fenomena ini sudah sering terjadi dikalangan keluarga yang mempunyai tingkat kelas perekonomi menengah keatas, karena kalangan tersebut biasanya mempunyai waktu luang dan financial yang cukup (orangtua sebagai pejabat dalam sebuah perusahaan bahkan sebagai top leader sehingga mudah untuk meninggalkan sebentar pekerjaannya tanpa ada pengurangan finansial dari perusahaan) untuk merawat dan membesarkan anak mereka dengan eksklusif.
Sedangkan kalau kita mau mengingat dan melihat masa-masa kecil kita, saudara, teman bahkan tayangan televisi yang menggambarkan keadaan kehidupan suatu pedesaan. maka yang kita temui tentang fenomena diatas tidak akan kita dapatkan, sebuah peristiwa (penyakit baik dikarenakan virus atau faktor psikologis anak) yang terjadi pada di masyarakat pedesaan yang kelas perekonominya cenderung dapat kita katakan menengah kebawah selalu dikaitkan dengan tradisi atau kebiasaan yang berlaku diwilayahnya, belum lagi ditinjau dengan kelas pendidikan mereka maka semacam konsultan pendidikan atau ahli psikologi anak tidak akan banyak dilirik oleh masyarakat pedesaan yang kelas perekonomian dan pendidikannya menengah kebawah.
‘’ Sebuah kisah nyata yang terilhami dari perjalanan cinta sepasang anak manusia yang berusaha menyatukan cinta untuk meraih ridho Allah Swt. ‘’
Perjalanan cinta memang indah bagi sebagian pemuja cinta, pahit, getir dan manis merupakan sensasi cinta bagi mereka. Begitu pula bagiku belajar mengarungi hidup dengan cinta mulai sejak duduk dibangku akhir SMA, kata orang masih cinta monyet tapi bagiku tidak karena masa cinta monyet itu sudah aku lalui saat aku ada dibangku SMP.
Kalau boleh dibilang, kata temanku. aku melewati waktu dalam hidupku lebih cepat tiga tahun dari seharusnya, dalam mengenal sosok wanita aku tidak pernah main-main dalam memastikan jati dirinya, dibangku SMA aku pernah terpikir untuk segera menikah setelah lulus sekolah, hal itu aku pilih karena menikah muda dapat mengurangi resiko maksiat yang aku lakukan, belum lagi jaman sekarang melihat pergaulan anak muda sekarang sangat menggoda nafsu kaum lelaki.
Disampaikan tanggal 16 September 2011 di Radio Carolina AM 1080 KHz
Puasa ramadhan adalah sebuah waktu bagi umat muslim untuk memperbaiki keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, hal itu diyakini dan dimanfaatkan oleh semua umat islam yang bertaqwa untuk mendekatkan diri serta memperbaiki keimanan dan ketaqwaannya selama satu bulan penuh, dengan menahan segala nafsu yang negatif dari dalam dirinya sehingga setiap insan menjadi manusia yang benar-benar bertaqwa pada Allah, maka sebagai konsekuensi kesempurnaannya sebagai manusia yang bertaqwa, umat muslim merayakannya dengan melakukan perayaan hari raya pada tanggal 1 syawal setelah ramadhan yang sering kita kenal dengan hari raya idul fitri dengan melakukan shalat ied dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan serta saling memaafkan.
Idul fitri dari makna bahasa adalah kembali kefitrah (kembali suci), setelah satu tahun berjalan menjalankan tugas sebagai manusia dan melalui proses diklat dalam bulan ramadhan, inti kemenangan itu adalah proses kita maaf memaafkan, banyak kasus yang terjadi di masyarakat, para orangtua dalam proses pendidikan spiritual atau agama sering sekali salah kaprah, sebuah contoh dalam sebuah keluarga orangtua kurang menanamkan contoh bagaimana ibadah di bulan ramadhan sebenarnya, banyak terjadi diminggu-minggu awal ramadhan masjid full dengan jama’ah shalat tarawih, namun setelah minggu-minggu akhir masjid sepi dengan jama’ah shalat tarawihnya.
Padahal Rasulullah menganjurkan di minggu atau di sepuluh hari terakhir kita diupayakan untuk meningkatkan ibadah di bulan ramadhan, naah... di masyarakat justru kebalikannya. Pertanyaannya apakah kita sudah mengajarkan perintah rasul kepada anak kita?? atau malah kita mengajari anak kita dengan sikap gaya hedonisme dengan membeli baju baru untuk digunakan pada saat hari raya idul fitri dengan meninggalkan segala ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah.
‘’ Terinspirasi dari perjalanan hidup rumah tangga kami, pasangan Aulia Rahman dan Wardatul Ummah pada masa kehamilan anak pertama. ‘’
Dalam kehidupannya setiap manusia mengharapkan moment kebahagiaan. Kebahagiaan adalah hal yang biasa namun akan selalu diingat sampai kapanpun, entah itu promosi jabatan, pernikahan, mendapatkan hadiah, sampai diberikannya amanah berupa kelahiran seorang bayi. Subhanallah Walhamdulillah.... kalimat itu layak kita ucapkan kepada Rabb sang pencipta, tidak ada kalimat lain yang layak kita sampaikan kepada Sang pencipta hidup.
Penantian yang tidak lama akhirnya terwujud juga, impian menjadi seorang ayah di usia muda dan membina rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah, telah tercapai juga. Kami berdua hanya bisa berdoa, ‘’ Yaa.. Rabb... berikanlah keluarga kami keberkahanMu dan jauhkanlah kami dari karma dan ujianMu yang terasa berat bagi kami serta jadikanlah anak-anak kami menjadi anak yang Shaleh dan Shaleha. Amiin ‘’. Semoga doa kami berdua ini selalu diijabah Allah SWT.
Disampaikan tanggal 10 Juli 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz
Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua. Saat ini masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Untuk itu orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mendampingi anak dalam kehidupan keseharian anak. Sudah merupakan kewajiban para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat memancing keluar potensi anak, kecerdasan dan rasa percaya diri. Dan tidak lupa memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap.
Ada banyak cara untuk memberikan pendidikan kepada anak baik formal maupun non formal. Adapun pendidikan formal tidak sebatas dengan memberikan pengetahuan dan keahlian kepada anak-anak mereka di sekolah. Selain itu pendidikan non formal menanamkan tata nilai yang serba luhur atau ahlak mulia, norma-norma, cita-cita, tingkah laku dan aspirasi dengan bimbingan orang tua di rumah.
Sekarang, untuk mendaftar sekolah, tidak perlu antri lagi seperti dulu. Dengan hanya bermodalkan komputer dan koneksi internet, anda bisa mendaftar sekolah di mana saja dengan PSBOnline
Didedikasikan Untuk Istriku Tercinta dan Para Perempuan
Oleh : Aulia Rahman, SH
Sahabat sukses, pernahkah kita bertanya ''Kenapa kita bisa seperti ini?'' karena siapa kita bisa begini? Kita bisa berjalan, berbicara, membaca, menulis bahkan kita bisa menjadi dewasa, pernakah kita bertanya berkat siapa kita dapat begini? Pasti tanpa berpikir panjang semua orang pasti akan menjawab kalau semua itu berkat orangtua yang telah merawat dan membesarkan kita, terutama sosok manusia yang dikaruniai Allah dengan segala keindahan dan kesempurnaannya, yang biasa kita panggil ibu.
Dalam proses hidup manusia, kita hidup dipengaruhi oleh sosok perempuan yang senantiasa membimbing dan mendidik kita untuk menjadi dewasa, dalam kehidupan ini hanya perempuanlah yang selalu menggunakan hatinya dalam segala hal yang akan dia lakukan, sikap yang lembut dan bijaksana selalu lekat pada dirinya, tak peduli itu akan berdampak buruk untuknya hati seorang perempuan akan selalu menuntun dalam mengambil keputusan yang akan dia lakukan.
Bahkan karena kebijakan dan keistimewaannya dalam agama kita perempuan sangat dikagumi dan dihargai buktinya ada beberapa nama surat dalam Al Quran yang diambil dari nama sosok perempuan suci yang mengemban amanah Allah bahkan salah satu surat Al Quran mempunyai arti dalam bahasa Indonesia yaitu perempuan, ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam Hadistnya :