Tampilkan postingan dengan label Aulia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aulia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

TITIK JENUH

Jenuh, mungkin itu yang sedang terasa di diri ini, mungkin Anda juga pernah atau sedang merasa hal yang sama dengan saya. berbagai macam sumber penyebab jenuh itu terjadi, bisa karena sedang monoton kegiatan kita, atau kita sedang tidak ada pekerjaan. Menjalani pekerjaan yang sama setiap hari tanpa ada tantangan maupun hal baru yang bisa memicu denyut jantung kita sedikit berdenyut cepat akan membuat otak kita merasa jenuh.

Berbagai macam bidang pekerjaan bisa terjangkiti rasa jenuh pelakunya. coba bayangkan Anda bekerja orientasi terbesar mencari apa? pasti jawabannya uang, dan pahamilah uang itu tidak ada batas nominalnya. Maka banyak sekali pekerja yang merasa jenuh dengan rutinitas yang sama dan tanpa ada penambahan income yang di bawanya pulang.

Berbeda dengan orang yang bekerja lepas, uang dan model pekerjaan sehari-hari dapat berubah, kadang penghasilan kecil kerjanya berat, kadang juga kerjanya kecil hasilnya besar, tapi ada juga yang imbang antara kerja dan hasilnya, namun percayakah Anda pekerjaan semacam itu juga mengundang potensi jenuh dengan rutinitas yang sama atau bahkan dengan jarangnya jobs/pekerjaan yang meminta tenaganya.

Mari kita pahami bersama, semua itu karena kejenuhan, entah dalam kerja, rumah tangga atau yang lain dan penyebab utamanya adalah kita kurang bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan baik materi, kesempatan maupun nikmat lainnya yang diberikan Tuhan pada kita. Maka mulai detik ini ayo kita ubah pola hidup kita dengan meminta pada tuhan keberkahan dan bersyukur pada Tuhan atas apapun yang telah di berikan.

Sedekah, amal pada anak yatim, kaum dhuafah, lembaga Amil Zakat, dan guru/ustadz/pengajar merupakan hal mulia, tanpa mereka mungkin harta dan hati kita akan di gelayuti kejenuhan itu. dengan mengingatkan diri sendiri dan umumnya untuk Anda semua mari kita biasakan bersedekah bila mendapat rizki maupun mendapat ujian dari Tuhan. Semoga hari kita selalu dekat dengan Allah Swt. Amiin

Jumat, 18 April 2014

TAK INGIN MELIHAT KARTINI LAGI

Pastinya semua wanita sepakat dengan konsep emansipasi wanita, memberikan kesempatan dan hak yang sama pada kaum hawa yang dimana di negara kita Indonesia dipelopori oleh RA Kartini dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang. Memberikan kesempatan dan hak yang sama bagi wanita merupakan sebuah hal kewajaran, karena tidak semua pria yang juga mampu menjadi kepala rumah tangga, mungkin ada keterbatasan karena sakit, fisik atau hal yang lain.

Wanita tercipta memang tidak untuk di exploitasi di luar rumah, maka ada beberapa wanita yang memilih beraktivitas di dalam rumah sebagai ibu rumah tangga. Lalu bagaimana bagi wanita yang berada di luar rumah? dalam tulisa ini saya ingin sedikit mengulas pernak-pernik kehidupan rumah tangga dengan beribu aktivitas para ibu.

Sebagian besar keluarga bahagia sepakat bahwa keshalehan dan keshalehaan anak-anak kita itu berasal dari Ibu, Ibu, Ibu dan Ayah. Mengapa? logika sederhana menjabarkan manusia lahir dari rahim seorang Ibu, Belaian dan Kasih sayang pertama yang diberikan pada manusia adalah kasih sayang Ibu, dan Nasihat serta didikan pengasuhan pertama manusia dilakukan oleh Ibu, maka semua keberhasilan rumah tangga itu bersumber pada seorang Ibu serta dibantu oleh keshalehan seorang Ayah untuk senantiasa mendoakan dan mencari nafkah yang halal untuk keluarganya.

Lalu bagaimana dengan ibu yang bekerja dari pagi hingga sore. bahkan hingga malam? saya pernah berpikir meminta istri untuk berhenti bekerja namun dalam hati saya berkata, apakah istriku bisa bertahan di dalam rumah saja sedangkan biasanya aktif di luar rumah. seketika itu saya berkata, apakah mama siap secara mental dan finansial ketika berhenti bekerja? istriku ragu dan berkata terserah papa.

Dari analogi cerita diatas sebenarnya kita dapat mengambil gambaran bahwa dalam berumah tangga finansial juga perlu direncanakan selain yang utama adalah mental, maka kalau saya di ijinkan saya tidak ingin melihat lagi kartini. Mengapa? bila kita menelan mentah-mentah konsep emansipasi wanita kita bisa bayangkan berapa banyak anak yang akan terlantar akan kasih sayang ibunya?

Maka diera modern ini Ayah dan Ibu harus pandai mengambil keputusan, setidaknya ini bisa menjadi solusi :
  • Menjadi Ibu Rumah Tangga yang memiliki Usaha Rumahan, Misal : diera tradisional dulu banyak Ayah yang memberikan kesempatan kerja istrinya di rumah dengan berjualan, mulai dari buka toko klontong, warung sampai menerima pesanan kue atau makanan lainnya.
  • Menjadi Ibu Rumah Tangga yang memiliki Usaha Jasa, Misal : diera modern usaha jasa sangat menguntungkan, dengan bermodal jaringan internet seorang ibu bisa menjalankan usahanya dari rumah, mulai dari jualan baju, perabot rumah tangga sampai jasa pemesanan apapun yang bisa diusahakan asalkan halal.
  • Menjadi Ibu Rumah Tangga yang memiliki Usaha Pendidikan, Misal : dengan mendidik putra-putrinya di rumah baik itu mengajari ilmu umum maupun agama (ngaji) itu dapat di jadi sebuah tambahan penghasilan bagi keluarga.
Membuka Toko Klontong, Warung, Online Shop, Les Privat. Kelompok atau Taman Pendidikan Al Quran merupakan solusi bagi seorang ibu yang ingin membantu perekonomian keluarga dengan tetap mengedepankan mendidik putra-putrinya di rumah.

Mungkin itu sebuah wacana yang sekaligus sebuah ide bagi Ayah Ibu untuk saling menghargai pasangan dan mencintai keluarga dengan mengedepankan pendidikan dan pengawasan anak. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Minggu, 26 Januari 2014

SARJANA PENDIDIKAN ITU BUKAN GURU

Saya pernah membaca artikel salah satu guru saya, Prof Munif Chatib. beliau pernah menulis guru tidak harus mengajar, saya awal kali hanya meyakininya saja, karena saya guru juga tidak selalu ngajar. Kok bisa guru gak ngajar? selama ini ketika saya masuk kelas ada beberapa kemungkinan yang saya lakukan, menjadi fasilitator, motivator atau mendongeng.

saya rasa kalau langsung mengajar kelas terasa hambar, tidak ada keunikkan yang akan muncul, walau sifat anak keunikkannya terkadang menjengkelkan. namun saya ingin mengajak Anda melihat dengan pemahaman yang lain tentang guru tidak harus mengajar. maksudnya guru gak harus ngajar bisa jadi saya artikan lulusan S1 fakultas kependidikan yang mungkin dalam kerja tidak terjun dalam dunia pendidikan, bisa jadi itu!

Kakak saya dan teman saya ada yang LULUSAN UNESA (Universitas Negeri Surabaya) namun tidak menjadi tenaga pendidik namun lebih asyik mengurus rumah dan bisnis kecil-kecilan.

Lalu siapa yang akan masuk kelas kalau sarjana pendidikan tidak masuk kelas?
Naaah... saya jawab yaa yang bukan sarjana pendidikan, ada 2 hal yang bisa menjadi alasan sarjana kependidikan menjadi tenaga pendidik, pertama hobby atau cinta dengan dunia pendidikan atau yang kedua kecelakanan atau takdir yang mengarahkan.

Saya termasuk dalam golongan yang kedua, tapi mohon maaf sebelumnya walau bukan dari fakultas kependidikan saya pernah merasakan menjadi guru lebih dari 7 tahun, bukan waktu yang sebentar untuk menimba ilmu kalau direkapitulasi kuliah S1 di fakulta kependidikan selama 4 tahun dan S2 di prodi yang sama selama 2 tahun menutup perjalanan saya sebagai guru, namun tidak itu hanya sebagai analogi saja.

Ini bukti lain saat saya mengadakan WORKSHOP KREATIVITAS MENGAJAR tentang Strategi Pembelajaran saya mendapati dua peserta yang unik sekali yang Pertama,
Riski Sugiarto Lulusan Universitas Negeri Surabaya tahun 2007 juga sebagai alumni pengajar SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan) yang diletakkan di luar pulau sumbawa, ini punya segudang strategi mengajar outdor yang siap di bagi kepada kita-kita.

yang kedua, Anda jangan berpikiran hal yang sama karena yang kedua ini berbeda,
Jumiatin Ninda Isnandari Dokter Muda, yaa dia seorang dokter muda Universitas Airlangga yang juga sebagai Tentor di Bimbingan Belajar Lintang Mandiri ini bisa disandingkan bahkan diatas para guru lulusan fakultas kependidikan, trik dan strateginya di dalam kelas dapat meyakinkan anak-anak dengan rumitnya rumus matematika yang selalu membuat mual anak kita saat belajar matematika.

Yaa inilah yang ingin saya sampaikan dan kenalkan, menjadi guru saat ini telah menjadi profesi yang profesional, jangan hanya bermodal sarjana pendidikan dan mencari kesempatan pegawai negeri, bila Anda ingin menjadi profesional guru yang mampu mengubah Indonesia lebih baik.

Tingkatkan terus kompetensi kita, mari bersama belajar menjadi orangtua, guru dan manusia pembelajar bersama Lintang Mandiri Surabaya ikuti Workshop dan Training kami, dan bergabunglah menjadi bagian kami.

Konsultasi Media Sosial Aulia Rahman Pak Guru :
BBM. 7669ce14

Jumat, 03 Januari 2014

MENDIDIK ANAK DENGAN HATI

Hari ini di ruang kerja saya panas sekali suhunya, maklum siang hari dan matahari lagi sumringah menunjukkan kegagahannya. Masih dalam tulisan saya tentang pendidikan orangtua dalam mendidik anak, dalam bahasa kerennya Parenting Edukasi. Enaknya apa yang kita bahas? Bagaimana kalau tentang resolusi awal tahun dalam mendidik anak kita? Sebelumnya saya punya cerita tentang mendidik Anak, ini terjadi saat saya mengisi sebuah kajian parenting untuk orangtua keluarga tidak mampu yang di bina oleh Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI - Surabaya) organisasi sosial dari negara Korea.

Seperti biasa setiap awal pertemuan, saya selalu mengucapkan salam dan menanyakan kabar dari peserta yang ikut, saat itu ada seorang ibu yang dengan semangatnya menjawab sapaan saya. waah, melihat antusias ibu itu saya bertambah semangat untuk menyampaikan materi, lalu saya menyalakan LCD proyektor dan berkata, ‘’ Kita akan membicarakan tentang mendidik dengan hati.‘’ setelah itu saya kembali mengarahkan pandangan kearah peserta, dari raut muka mereka menunjukkan ekspresi heran, aneh, mungkin dalam hatinya bilang… ‘’Apa-apaan Aulia ini, semua orangtua pasti mendidik dengan hati!‘’

Setelah itu saya coba arahkan bahwa semua anak yang lahir kedunia 99% orangtua siap menyayangi dan merawatnya dengan hati, lalu apa maksud judul materi saya? Ok, mari kita masuki materi mendidik dengan hati ini, sebelumnya bagi Anda yang membaca tulisan ini saya mengajak untuk meluruskan niat terlebih dahulu, menjadikan diri kita hijau seperti sehelai daun di sebuah ranting pohon, mengapa saya mengajak Anda menjadi daun yang hijau, bila kita amati daun yang masih hijau atau masih segar tidak akan berhenti melakukan kebaikan, satu kebaikkannya yang selalu dilakukan setiap hari adalah melakukan proses fotosintesis, proses daun dengan organ-organnya menciptakan makanan bagi pohon dan selain itu yang dihasilkan dari proses itu adalah udara yang juga tidak dia pakai sendiri namun dilepas kealam diberikannya pada makhluk hidup lainnya untuk bernafas, dan bila daun itu sudah tidak produktif lagi dia akan mengering dan menggugurkan dirinya kebawah agar tempatnya yang selama di tempati dapat digantikan oleh cikal daun yang baru.

Semoga awalan saya ini jelas dan Anda dapat menangkap maksudnya, sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya serta tidak memikirkan kekuasaan semata, seperti halnya yang tersurat dalam agama kita. Sekarang baru akan saya coba jelaskan mendidik dengan hati, kata-kata tersebut saya rasa sudah tidak asing terdengar maupun Anda baca. Pada initinya dalam materi ini saya mengingatkan dan mengajak diri saya pribadi, agar selalu memanusikan anak kita dan benar-benar menyayanginya.

Ada beberapa hal cara kita berkomunikasi yang baik dengan anak, yang jelas kata kuncinya adalah menggunakan kata positif dan buat mereka ada bagi Anda. Langkah pertama yang bisa kita lakukan, membangun komunikasi baik, ini biasanya sering kita lalaikan, apa lagi pada masyarakat perkotaan. Logat dan bahasa yang digunakan sudah tidak ada batas dan pembeda diakan berbicara dengan siapa dan lebih tua mana usianya.

Coba kita budayakan membangun keluarga yang tidak lepas dari tradisi negara Indonesia yang beraneka ragam sukunya, hampir disetiap suku di Indonesia memiliki golongan bahasa yang di gunakan untuk berkomunikasi, dalam bahasa jawa kita mengenal istilah Kromo Inggil, Kromo dan Ngoko. Masih ingatkah Anda dengan Istilah tersebut? Naah… mari kita bangun kembali pada buah hati kita, untuk menanmkan tradisi, budaya dan karakter pada mereka, kita didik dengan melakukan hal yang sama bukan sekedar mengajarkan.

Kedua, memberi contoh prilaku positif, masih ingat ketika orangtua kita mengingatkan kita shalat? Diingatan saya masih terpaku kuat ketika di rumah kami sekeluarga tidak beranjak shalat ketika Adzan berkumandang, atau ketika kita diingatkan shalat ketika kita belum shalat tapi kita masih menunda, waah saat itu Ayah saya tidak berpanjang lebar dengan omelan tapi, baliau dating dengan membawa sajadah dan diberikan pada kami, namun saat itu ada dua kemungkinan ketika sajadah itu diberikan pada kami, sajadah itu diletakkan dipudak saya atau bisa jadi sajadah itu dimampirkan dipantat dulu alias dipukulkan kesaya.

Tapi bukan itu yag kita ambil namun prilaku atau contoh yang dilakukan ayah kita ketika meminta kita shalat ayah juga dalm kondisi akan shalat atau bahkan sudah shalat, berbeda dengan saat ini, ketika orangtua berharap anaknya pandai dan mengerti agama namun mereka sendiri tidak ingin bahkan tidak ada kemauan untuk belajar agama, singkat kata kalau kita ingin memerintah anak hendaknya kita juga memberikan contohnya, bagaimana dan seperti apa yang harus dilakukan oleh anak.

Yang ketiga, berikan yang halal, memberikan makan dan keperluan yang halal untuk anak dan keluarga kita hukumnya wajib bagi seorang pria sejati, memberi nafkah yang halal merupakan sebuah kegiatan pertanggung jawaban kita dimata tuhan dan orangtua kita. Hal ini sepertinya sepele namun susah untuk dilakukan, fakta telah membuktikan mungkin selama ini anggapan kita melakukan hal haram hanya dilakukan oleh orang miskin yang kekurangan harta saja? Namun buktinya orang kayapun dengan gaji berapapun juga menghiraukan kehalalan hasil usahanya, coba lihat para koruptor? Kurang apa mereka di dunia ini? Tapi tetap saja mengambil hak rakyat.

Naah, disini kita sekaligus mengajarkan karakter utama bagi makhluk hidup yakni agama, sumber segala macam karekter yang ada di dunia ini. Mengapa demikian banyak peneliti telah merilis hasil pengamatannya tentang asupan yang diberika orangtua pada anak sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup anak, yang dimaksud kelangsungan hidup disini adalah watak, prilaku dan kehidupan masa depan anak.

Keempat, pengawasan jaman sekarang orangtua mengalami tantangan sangat berat dalam hal pengawasan anak, hal ini dibuktikan terus meningkatnya angka pergaulan bebas yang dilakukan oleh usia dibawah umur, anak SD dan SMP saat ini sudah mengenal lawan jenis, bukan untuk menjaga diri namun memberikan diri dengan istilah pacaran, istilah itu membuat generasi Indonesia akhlaqnya semakin terpuruk.

Perkembangan tekhnologi bukan menjadi pembantu kita namun menjadi sebuah tantangan baru bagi kita, apakah kita harus meninggalkannya? Jawabnya jangan, malah kita harus bersahabat dengan semua tantangan kita dalam mendidik anak karena dari situ kita tahu prilaku menyimpang anak sehingga dapat kita luruskan.

Terakhir adalah do’a ini kegiatan biasa yang dilakukan orangtua untuk anaknya, memohon kepada sang pencipta agar anak mereka menjadi shaleh dan shaleha sehingga dapat mendoakan orangtua menuju ampunan Allah. Semua ini harus dilakukan secara bersama, bagaimana bila salah satu saja tidak dilakukan? Ibarat organ tubuh manusia bila ada yang tidak berfungsi satu organ saja, bisa jadi manusia tersebut akan mengalami gangguan kesehatan atau bahkan kehilangan nyawanya.

Semoga informasi ini bisa menjadi referensi Anda mendidik buah hati, semoga bermanfaat bila ada hal yang kurang berkenan saya mohon maaf, semoga Allah memberikan kita kemudahan mendidik buah hati kita. Isi aktifitas jadwal kami di tempat Anda dengan menghubungi alamat atau no. telp di bawah tampilan berandawebsite ini.

Minggu, 22 Desember 2013

PRAKARYA FLANEL SOLUSI STIMULUS OTAK KANAN dan KIRI

Saya ucapkan selamat datang dan selamat menikmati berbagai artikel di blog ini.
Kali ini saya ingin berbagi tentang usaha mencerdaskan anak bangsa tidak hanya menggunakan bangku sekolah dan Ujian Nasional, maaf kalo pernyataan tersebut tidak sesuai dengan hati nurani Anda, ini hanya pendapat kecil kami.

Dalam dunia psikologis dan kesehatan kita sering mendengar bahwa otak manusia paling dominan adalah otak kanan dan otak kiri, yang dimana otak kiri merespon segala logika kecerdasan manusia dan sedangkan otak kanan merespon kreatifitas, rasa serta karsa manusia. menurut para pakar hendaknya otak kanan dan kiri diberi stimulus yang sama dan tepat sehingga tercipta manusia yang seimbang dan cerdas.

Dengan sedikit pengetahuan diatas kami mencoba mengembangkan sebuah lembaga pendidikan non formal atau bisa disebut Bimbingan Belajar dan Training Center Lintang Mandiri Surabaya untuk mengaktifkan kedua otak anak kita. Jleas bila kita mendengar kata Bimbingan Belajar kita akan terbesit LES/PROSES BELAJAR diluar sekolah, kami jawab BETUL SEKALI. dengan jawaban itu kita juga sudah dapat menerka bahwa hanya OTAK KIRI yang dikembangkan.

Namun dengan kata TRAINING CENTER, Bimbingan Belajar ini menjadi bukan sembarang BIMBEL. tetapi menjadi BIMBINGAN BELAJAR PERTAMA yang mampu mengaktifkan Otak Kanan dan Kiri Peserta Didiknya. berbagai training kami adakan mulai Training Prakarya Flanel, Merajut, Sablon, serta Olah Fisik pun ada Outbond, Gowes dan berbagai training yang membuat Anak senang dan menstimulus otak kanannya.

Mengawali Liburan Semester Gasal tahun pelajaran 2013, kami sukses menggelar Training Prakarya Flanel yang kami buka untuk umum, tidak hanya pelajar yang mengikuti, semua kalangan dan tanpa batas usia dapat bergabung untuk mengembangkan otak kanan, karena semua ilmu yang didapat tanpa ada ketentuan usia maupun tingkat strata sosial lainnya.

Dengan memperkenalkan TRAINER BARU kami yang memiliki SPESIALITAS dibidang PRAKARYA, beliau adalah Wardatul Ummah, S.Si atau biasa disebut WARDAH MAMA FLANEL, dalam bidang Prakarya beliau menjadi Guru Pendamping dan Observer Kurikulum 2013 mata pelajaran Prakarya, maka tidak diragukan lagi karya dan kiprahnya.  

Ini bukti kami BISA melakukannya, sebagai PELOPOR, PERTAMA DI INDONESIA Bimbingan Belajar yang mengembangkan kecerdasan Manusia yang menstimulus OTAK KANAN dan KIRI tanpa berteori, LANGSUNG PRAKTEK telah kami lakukan, semoga meng Inspirasi Anda untuk dapat melakukan di daerah Anda,

Anda butuh masukan dan bantuan kami, Insya Allah dengan senang hati kami akan membantu Anda.
Hubungi kami :

Buka Kelas Bimbingan Baru BULAN Januari 2014
Biaya Pendaftaran Rp. 150.000,- (termasuk modul dan pendampingan ibadah harian)

Informasi :
SMS : 087855512328
TELP. 03177477458
WEB. www.auliarahmanpakguru.blogspot.com

Lihat Agenda kegiatan kami yang LAMPAU :
https://www.facebook.com/events/184876715045890/?ref_dashboard_filter=calendar

SEDEKAH SATU BUKU SEJUTA ILMU

Kegiatan ini memang tergagas ketika Owner Lintang Mandiri berkesempatan bertemu dengan Andi F. Noya (kick Andy) bersama Jajaran Staf Badan Arsip dan Perpustakaan pemerintah Jawa Timurdalam acara talk show membangun karakter melalui minat baca.

Maka dengan ini kami memohon Doa dan Restu teman-teman untuk mendirikan Rumah Baca Indonesia sebagai upaya membantu bangsa Indonesia mencerdaskan Anak bangsa yang saat ini diimingi oleh kehidupan yang hedonis dan berkurangnya norma terhadap pergaulan.

Berteriak, bersuara atau berlomba menjadi legislatif butuh waktu dan mungkin godaannya sangat besar, dengan ini kami bermaksud langsung memotong birokrasi yang biasanya bertele-tele dengan mengajak Anda menajadi Relawan, Donatur dan sekaligus menjadi pemantau kegiatan ini.

Insya Allah Rumah Baca Indonesia akan kita gagas di
Jl. Mojo Kidul No. 54 - B Karang Menjangan Surabaya.

Bagi teman-teman yang berminat berpartisipasi dapat menyalurkan buku sejenis :
a. Novel
b. Buku Motivasi
c. Buku Pendidikan
d. Buku Wirausaha
e. Buku Referensi lainnya
f. Mohon BUKAN BUKU Pelajaran / Majalah Zakat

Bagaimana cara berpasrtisipasi untuk mendirikan Rumah Baca Indonesia

Bantuan dan Donasi dapat dikirim MULAI 8 Januari 2014

Kirimkan Buku Layak Anda ke :
a/n Bimbingan Belajar Lintang Mandiri Cabang Mojo
Jl. Mojo Kidul No.54-B Karang Menjangan Surabaya.

Bagi Anda yang ingin berdonasi untuk Pembelian Rak Buku dan Media Promosi dapat di salurkan ke :
Rekening BRI 0096-01-002493-53-1
a/n Aulia Rahman, SH
(Bukan Rekening Nama Lain)

Informasi Bantuan dan Donasi (konfirmasi) :
SMS. 087855512328
TELP. 03177477458
PIN. 7669CE14

BANTU KAMI MENGUNDANG dan MENGKAMPANYEKAN GERAKAN INI, untuk PENDIDIKAN INDONESIA LEBIH BAIK.

Rabu, 18 Desember 2013

UNAS DIHAPUS sama dengan MENGHILANGKAN KARAKTER ANAK

Ketika saya menghadiri undangan sahabat saya, yang saat ini menjabat sebagai biro humas badan arsip dan perpustakaan provinsi Jawa Timur yang akrab dipanggil Papi Edi. Saya bertemu dengan Prof. Arief Rachman, Pakar Pendidikan yang saat beliau sudah sangat sepuh diusianya yang kepala 70an, namun semangatnya membagi ilmu tentang pendidikan anak kepada ratusan peserta tidak kalah dengan dulu ketika usia 50an.

Pelajaran yang dapat saya ambil saat itu adalah tentang karakter, banyak sekali pengertian karakter menurut pakar parenting dan bila ditarik ujungnya sama semua akan bermuara pada sikap manusia, sedangkan menurut Prof. Arief Rachman kata Karakter adalah sikap (+) yang diambil manusia yang berawal dari sebuah kedelimaan (kegalauan). Misal : pilihan diantara dua kata berikut LULUS atau JUJUR ini sebuah kegalauan yang dihadapi peserta didik sekarang dalam menghadapi Ujian Nasional.

Namun menurut saya sesaat lagi kegalauan tersebut tidak bisa lagi digunakan untuk mendidik karakter, mengapa ? karena pemerintah melalui menteri pendidikan nasional menghapus kebijakan Ujian Nasional, logika saya ketika ada permasalahan seharusnya anak diajari bagaimana menyelesaikannya, buka menghilangkan masalah atau lari dari masalah.

saat ini perintah bukan mengajari untuk BERANI JUJUR malah menurut saya pemerintah mencoba memanjakan peserta didik dengan menghilangkan HALANGAN / RINTANGAN Ujian Nasional yang membuat peserta didik TIDAK PUNYA GHIROH untuk terus BELAJAR mencari nilai tertinggi untuk mengukir prestasi, setidaknya akan terus ada pendorong anak belajar.

Tidak dapat dipungkiri tidak semua orangtua punya waktu dan bisa mengajari anaknya untuk belajar setiap hari, minimal mendampingi belajar, sehingga dengan dihapuskan Ujian Nasional oleh pemerintah menambah kemalasan anak dalam belajar, apa lagi para orangtua sibuk atau tidak bisa mendampingi anak untuk belajar.

Saya mencoba mencari sebuah solusi dari kebijakan pemerintah yang sudah terlanjur menjadi peraturan menteri pendidikan nasional dengan membantu Anda selaku orangtua untuk membimbing Anak Anda dalam belajar bersama kami Bimbingan Belajar Lintang Mandiri Surabaya, Anda dapat mencari informasi lebih jahu dengan melakukan pendaftaran di tempat kami atau klik link informasi pendaftaran.

SAYA AULIA RAHMAN PAK GURU dan SEMUA CIVITAS LINTANG MANDIRI BIMBINGAN BELAJAR.

''TETAP MENDUKUNG ADANYA UNAS 2014 JUJUR!''

Buka Kelas Bimbingan Baru BULAN Januari 2014
Biaya Pendaftaran Rp. 150.000,- (termasuk modul dan pendampingan ibadah harian)

Informasi :
SMS : 087855512328
TELP. 03177477458
WEB. www.auliarahmanpakguru.blogspot.com