Tampilkan postingan dengan label pak guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pak guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 November 2014

MODAL UTAMA GURU >>> Konsep Dasar Niat 1

Menjadi guru bisa jadi merupakan cita-cita kita sejak kecil, atau juga bisa jadi merupakan hal yang tidak pernah kita bayangkan. Tapi percayalah semua ini bukanlah kebetulan namun sebuah takdir yang terbaik dari Tuhan yang diberikan pada kita, menjadi guru bukan hanya mengajarkan atau mentransfer informasi namun juga mendidik akhlaq dan memberi keilmuan pada peserta didiknya.
Mulialah bagi Anda yang telah memiliki takdir menjadi guru, manusia yang telah ditentukan Tuhan untuk mengajarkan ilmu-ilmu Tuhan baik bersifat duniawi maupun untuk akhirat kelak bagi peserta didik. Jadi boleh saya katakan kelak saat akhir jaman Allah Swt menghisab satu persatu ummatnya dan menseleksi mana yang layak hidup di keindahan surga, serta mana yang hidup di neraka jahanam, bisa jadi ditentukan sejak dini melalui bagaimana orangtua dan guru membimbing akhlaq para peserta didiknya.
Maka menjadi guru haruslah benar-benar berdasarkan keilmuan bukan hanya skil (bakat) saja, karena ada sebuah misi tuhan yang dititipkan kita sebagai guru untuk mendidik akhlaq peserta didiknya.

Rabu, 29 Oktober 2014

TITIK JENUH

Jenuh, mungkin itu yang sedang terasa di diri ini, mungkin Anda juga pernah atau sedang merasa hal yang sama dengan saya. berbagai macam sumber penyebab jenuh itu terjadi, bisa karena sedang monoton kegiatan kita, atau kita sedang tidak ada pekerjaan. Menjalani pekerjaan yang sama setiap hari tanpa ada tantangan maupun hal baru yang bisa memicu denyut jantung kita sedikit berdenyut cepat akan membuat otak kita merasa jenuh.

Berbagai macam bidang pekerjaan bisa terjangkiti rasa jenuh pelakunya. coba bayangkan Anda bekerja orientasi terbesar mencari apa? pasti jawabannya uang, dan pahamilah uang itu tidak ada batas nominalnya. Maka banyak sekali pekerja yang merasa jenuh dengan rutinitas yang sama dan tanpa ada penambahan income yang di bawanya pulang.

Berbeda dengan orang yang bekerja lepas, uang dan model pekerjaan sehari-hari dapat berubah, kadang penghasilan kecil kerjanya berat, kadang juga kerjanya kecil hasilnya besar, tapi ada juga yang imbang antara kerja dan hasilnya, namun percayakah Anda pekerjaan semacam itu juga mengundang potensi jenuh dengan rutinitas yang sama atau bahkan dengan jarangnya jobs/pekerjaan yang meminta tenaganya.

Mari kita pahami bersama, semua itu karena kejenuhan, entah dalam kerja, rumah tangga atau yang lain dan penyebab utamanya adalah kita kurang bersyukur dengan apa yang sudah kita dapatkan baik materi, kesempatan maupun nikmat lainnya yang diberikan Tuhan pada kita. Maka mulai detik ini ayo kita ubah pola hidup kita dengan meminta pada tuhan keberkahan dan bersyukur pada Tuhan atas apapun yang telah di berikan.

Sedekah, amal pada anak yatim, kaum dhuafah, lembaga Amil Zakat, dan guru/ustadz/pengajar merupakan hal mulia, tanpa mereka mungkin harta dan hati kita akan di gelayuti kejenuhan itu. dengan mengingatkan diri sendiri dan umumnya untuk Anda semua mari kita biasakan bersedekah bila mendapat rizki maupun mendapat ujian dari Tuhan. Semoga hari kita selalu dekat dengan Allah Swt. Amiin

Jumat, 18 April 2014

TAK INGIN MELIHAT KARTINI LAGI

Pastinya semua wanita sepakat dengan konsep emansipasi wanita, memberikan kesempatan dan hak yang sama pada kaum hawa yang dimana di negara kita Indonesia dipelopori oleh RA Kartini dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang. Memberikan kesempatan dan hak yang sama bagi wanita merupakan sebuah hal kewajaran, karena tidak semua pria yang juga mampu menjadi kepala rumah tangga, mungkin ada keterbatasan karena sakit, fisik atau hal yang lain.

Wanita tercipta memang tidak untuk di exploitasi di luar rumah, maka ada beberapa wanita yang memilih beraktivitas di dalam rumah sebagai ibu rumah tangga. Lalu bagaimana bagi wanita yang berada di luar rumah? dalam tulisa ini saya ingin sedikit mengulas pernak-pernik kehidupan rumah tangga dengan beribu aktivitas para ibu.

Sebagian besar keluarga bahagia sepakat bahwa keshalehan dan keshalehaan anak-anak kita itu berasal dari Ibu, Ibu, Ibu dan Ayah. Mengapa? logika sederhana menjabarkan manusia lahir dari rahim seorang Ibu, Belaian dan Kasih sayang pertama yang diberikan pada manusia adalah kasih sayang Ibu, dan Nasihat serta didikan pengasuhan pertama manusia dilakukan oleh Ibu, maka semua keberhasilan rumah tangga itu bersumber pada seorang Ibu serta dibantu oleh keshalehan seorang Ayah untuk senantiasa mendoakan dan mencari nafkah yang halal untuk keluarganya.

Lalu bagaimana dengan ibu yang bekerja dari pagi hingga sore. bahkan hingga malam? saya pernah berpikir meminta istri untuk berhenti bekerja namun dalam hati saya berkata, apakah istriku bisa bertahan di dalam rumah saja sedangkan biasanya aktif di luar rumah. seketika itu saya berkata, apakah mama siap secara mental dan finansial ketika berhenti bekerja? istriku ragu dan berkata terserah papa.

Dari analogi cerita diatas sebenarnya kita dapat mengambil gambaran bahwa dalam berumah tangga finansial juga perlu direncanakan selain yang utama adalah mental, maka kalau saya di ijinkan saya tidak ingin melihat lagi kartini. Mengapa? bila kita menelan mentah-mentah konsep emansipasi wanita kita bisa bayangkan berapa banyak anak yang akan terlantar akan kasih sayang ibunya?

Maka diera modern ini Ayah dan Ibu harus pandai mengambil keputusan, setidaknya ini bisa menjadi solusi :
  • Menjadi Ibu Rumah Tangga yang memiliki Usaha Rumahan, Misal : diera tradisional dulu banyak Ayah yang memberikan kesempatan kerja istrinya di rumah dengan berjualan, mulai dari buka toko klontong, warung sampai menerima pesanan kue atau makanan lainnya.
  • Menjadi Ibu Rumah Tangga yang memiliki Usaha Jasa, Misal : diera modern usaha jasa sangat menguntungkan, dengan bermodal jaringan internet seorang ibu bisa menjalankan usahanya dari rumah, mulai dari jualan baju, perabot rumah tangga sampai jasa pemesanan apapun yang bisa diusahakan asalkan halal.
  • Menjadi Ibu Rumah Tangga yang memiliki Usaha Pendidikan, Misal : dengan mendidik putra-putrinya di rumah baik itu mengajari ilmu umum maupun agama (ngaji) itu dapat di jadi sebuah tambahan penghasilan bagi keluarga.
Membuka Toko Klontong, Warung, Online Shop, Les Privat. Kelompok atau Taman Pendidikan Al Quran merupakan solusi bagi seorang ibu yang ingin membantu perekonomian keluarga dengan tetap mengedepankan mendidik putra-putrinya di rumah.

Mungkin itu sebuah wacana yang sekaligus sebuah ide bagi Ayah Ibu untuk saling menghargai pasangan dan mencintai keluarga dengan mengedepankan pendidikan dan pengawasan anak. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Rabu, 18 Desember 2013

UNAS DIHAPUS sama dengan MENGHILANGKAN KARAKTER ANAK

Ketika saya menghadiri undangan sahabat saya, yang saat ini menjabat sebagai biro humas badan arsip dan perpustakaan provinsi Jawa Timur yang akrab dipanggil Papi Edi. Saya bertemu dengan Prof. Arief Rachman, Pakar Pendidikan yang saat beliau sudah sangat sepuh diusianya yang kepala 70an, namun semangatnya membagi ilmu tentang pendidikan anak kepada ratusan peserta tidak kalah dengan dulu ketika usia 50an.

Pelajaran yang dapat saya ambil saat itu adalah tentang karakter, banyak sekali pengertian karakter menurut pakar parenting dan bila ditarik ujungnya sama semua akan bermuara pada sikap manusia, sedangkan menurut Prof. Arief Rachman kata Karakter adalah sikap (+) yang diambil manusia yang berawal dari sebuah kedelimaan (kegalauan). Misal : pilihan diantara dua kata berikut LULUS atau JUJUR ini sebuah kegalauan yang dihadapi peserta didik sekarang dalam menghadapi Ujian Nasional.

Namun menurut saya sesaat lagi kegalauan tersebut tidak bisa lagi digunakan untuk mendidik karakter, mengapa ? karena pemerintah melalui menteri pendidikan nasional menghapus kebijakan Ujian Nasional, logika saya ketika ada permasalahan seharusnya anak diajari bagaimana menyelesaikannya, buka menghilangkan masalah atau lari dari masalah.

saat ini perintah bukan mengajari untuk BERANI JUJUR malah menurut saya pemerintah mencoba memanjakan peserta didik dengan menghilangkan HALANGAN / RINTANGAN Ujian Nasional yang membuat peserta didik TIDAK PUNYA GHIROH untuk terus BELAJAR mencari nilai tertinggi untuk mengukir prestasi, setidaknya akan terus ada pendorong anak belajar.

Tidak dapat dipungkiri tidak semua orangtua punya waktu dan bisa mengajari anaknya untuk belajar setiap hari, minimal mendampingi belajar, sehingga dengan dihapuskan Ujian Nasional oleh pemerintah menambah kemalasan anak dalam belajar, apa lagi para orangtua sibuk atau tidak bisa mendampingi anak untuk belajar.

Saya mencoba mencari sebuah solusi dari kebijakan pemerintah yang sudah terlanjur menjadi peraturan menteri pendidikan nasional dengan membantu Anda selaku orangtua untuk membimbing Anak Anda dalam belajar bersama kami Bimbingan Belajar Lintang Mandiri Surabaya, Anda dapat mencari informasi lebih jahu dengan melakukan pendaftaran di tempat kami atau klik link informasi pendaftaran.

SAYA AULIA RAHMAN PAK GURU dan SEMUA CIVITAS LINTANG MANDIRI BIMBINGAN BELAJAR.

''TETAP MENDUKUNG ADANYA UNAS 2014 JUJUR!''

Buka Kelas Bimbingan Baru BULAN Januari 2014
Biaya Pendaftaran Rp. 150.000,- (termasuk modul dan pendampingan ibadah harian)

Informasi :
SMS : 087855512328
TELP. 03177477458
WEB. www.auliarahmanpakguru.blogspot.com

Rabu, 11 Desember 2013

PERENCANAAN KEUANGAN ALA NABI YUSUF AS

PERENCANAAN keuangan bisa dibilang ilmu baru di Indonesia yang mulai dipraktekkan pada akhir 1990-an atau awal 2000-an. Di negara-negara maju, justru telah populer sejak puluhan tahun sebelumnya.
Sejatinya, ilmu perencanaan keuangan sudah dipraktekkan puluhan ribu tahun silam. Di antara bukti sejarahnya, kisah Nabi Yusuf AS yang membuat dan mempraktekkan strategi menghadapi masa paceklik.
Al-Quran mencatat kisah Yusuf menerjemahkan mimpi Raja Mesir. Dalam tidurnya, sang raja melihat 7 ekor sapi gemuk yang digantikan 7 ekor sapi kurus serta gandum berisi digantikan gandum kering.

Banyak orang yang telah diminta pendapat mengenai arti mimpi tersebut. Tapi hanya Yusuf yang bisa memberi tahu maknanya. Katanya seperti tersirat dalam sejarah, akan datang 7 tahun masa panen, yang kemudian diikuti 7 tahun masa paceklik. Setelah itu, masa subur Mesir akan kembali.

Seperti kita tahu, sejak zaman dahulu kala, pertanian Mesir sangat bergantung pada Sungai Nil. Jika sungai mengalirkan airnya dengan baik, wilayah Mesir subur dan hasil panennya melimpah. Tapi, bukan tidak mungkin Sungai Nil mengering atau bahkan meluap.

Usai memaknai mimpi, Yusuf melanjutkan nasihatnya pada sang raja. “Hendaklah engkau bertanam 7 tahun lamanya sebagaimana biasa. Maka apa yang engkau tuai hendaknya kau biarkan di bulirnya, kecuali sedikit untuk engkau makan.” [Surah Yusuf ayat 47]

Selain membuat prakiraan kondisi di masa depan, Yusuf juga memberikan solusinya. Mengingat 7 tahun masa panen diikuti 7 tahun masa paceklik, hendaknya kita menyimpan hasil panen tetap dalam bulirnya sebagai cadangan saat paceklik tiba.

Sejarah membuktikan, walaupun menghadapi masa paceklik, rakyat Mesir tetap Makmur lantaran ada yang disimpan dari hasil panen sebelumnya. Sampai rakyat dari negeri tetangga yang kelaparan pun meminta bantuan mereka.

Bagi kita yang hidup di zaman sekarang, masa panen adalah masa produktif bekerja atau berbisnis. Masa pacekliknya, yaitu pensiun kelak. Hendaknya kita juga menyimpan hasil panen saat ini untuk menghadapi masa paceklik nanti.

Menariknya dari perkataan Yusuf adalah agar tetap menyimpan hasil panen dalam bulirnya, kecuali sedikit untuk dimakan. Saya mendapatkan kesan dari ayat ini bahwa hasil produksi kita sekarang seharusnya disimpan terlebih dahulu kecuali sedikit yang dikonsumsi. Bukannya dibelanjakan dulu, jika ada sisa lalu disimpan.

Terinspirasi dari kisah ini, saya menggunakan istilah “saving dulu, baru shopping”, seperti termaktub dalam buku saya yang berjudul: “Habiskan Saja Gajimu”. Model belanja dulu kemudian menyimpan, ternyata tidak efektif.

Hal kedua yang menarik dalam pernyataan Yusuf, yaitu panen 7 tahun dan paceklik 7 tahun. Secara logika matematika, mestinya separuh disimpan dan separuh dimakan bisa mencukupi. Tapi ayat tadi memerintahkan untuk makan sedikit saja, atau kurang dari setengah. Kenapa?

Nilai gandum memang tidak akan berkurang jika disimpan dalam bulirnya. Tapi, jumlah penduduk Mesir tentu bertambah banyak selama 7 tahun tersebut. Maka diperlukan jumlah gandum yang lebih besar untuk memberi makan rakyat di masa depan.

Dalam konteks kehidupan sekarang, ini yang kita sebut sebagai inflasi. Nominal uang yang kita simpan mungkin tetap atau bertambah, tapi harga-harga bertambah mahal. Maka strategi yang bisa kita tiru adalah memperkecil konsumsi, perbesar investasi.

Tanpa harus punya keahlian membaca mimpi seperti Nabi Yusuf, kita sudah tahu bahwa harga-harga naik di masa depan. Kita sudah faham kebutuhan bertambah besar seiring perkembangan keluarga. Kita pun mafhum akan menghadapi masa tidak produktif saat pensiun.

Akankah kita diam saja? Atau lakukan sesuatu seperti Nabi Yusuf?
Lakukan Salam Berkah, (Ahmad Gozali)

Selasa, 23 April 2013

SEDEKAH BIMBINGAN BELAJAR

 Bagi ukuran anak muda, menikmati masa remaja dan masa muda memang nikmat. hampir setaip manusia yang berusia 17 - 30 tahun akan berpikiran sama, tapi tidak setiap orang sepakat dengan hal tersebut. sekarang banyak sekali teman-teman muda yang sudah mengeluarkan sebuah karya, entah... dalam bentuk sebuah produk maupun sebuah kesempatan (jasa maupun wadah / lapangan pekerjaan), generasi seperti inilah yang seharusnya ditiru dan di beri apresiasi agar banyak orang umum yang mengetahui sehingga menjadi sebuah inspirasi sendiri bagi yang melihat, tanpa menyebut satu persatu nama para generasi hebat tersebut.

Model seperti itulah yang saya tiru, berawal dari kesusahan ekonomi yang saya rasakan saat berusia 20 tahun. saat itu saya sedang duduk di bangku kuliah semester empat di Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, Allah mencoba menguji saya dengan di jadikannya saya tulang punggung keluarga, lebih tepatnya tahun itu Allah menjemput bapak saya untuk berpulang ke-rahmatullah. tidak berhenti disitu, diawal pekerjaan saya, Allah juga menguji kekuatan iman saya dengan memberi ujian fitnah kepada saya, berat rasanya untuk menepis dan menolaknya, bahkan tidak kuasa kita untuk menghindarinya.

Kamis, 11 April 2013

DAFTAR PESERTA TRY OUT dan MOTIVASI UASBN 2013

Terima Kasih Anda telah berpartisipasi telah mendaftar sebagai Peserta TRY OUT dan MOTIVASI UASBN SD 2013 bersama Aulia Rahman Pak Guru yang akan dilaksanakan pada :

Hari, Tanggal : Ahad, 14 April 2013
Pukul            : 12.00 - 17.00 Wib
Tempat          : C'Bezt Resto, Ruko Mazzanine,
                       Jl. Nginden Semolo No.40 A-2 (Depan Kampus Unitomo)
 
Masih Terbuka Kesempatan Bagi teman, sahabat dan kerabat Anda yang belum terdaftar.

Hubungi :
Bu Rita (SMP Muh 9 Jojoran) 0895646162829
Bu Wardah (SMP Muh 5 Pucang) 087855512328

Kamis, 14 Februari 2013

Menjadikan Anak Cerdas di Hati Anda


Banyak para Ahli Brain, Hypnosis, dan Education Consultan yang mempromosikan menjadikan anak cerdas dengan cepat dan pasti.
Bukan berarti tidak PERCAYA dengan para master trainer tersebut, yang PERTAMA berdasarkan ilmu yang sudah dipastikan teruji ilmiah dan klinis, bahwa setiap manusia memiliki kebiasaan.
Kebiasaan terjadi melalui terjadinya sebuah aktifitas yang berulang-ulang sehingga dapat melekat pada diri seseorang atau biasa disebut melekat pada alam bawah sadar manusia.
KEDUA manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan Allah secara sempurna, yang memiliki kodrat dan martabat yang sama dimata Allah dalam artian manusia bukanlah sebuah ROBOT yang bisa diinstal dengan program baru yang bisa membuat orang tersebut menjadi jati diri yang baru dengan cepat.
KETIGA otak manusia terdiri dari puluhan ribu bahkan jutaan sel syaraf, sampai sekarang belum ada ahli yang mampu menjelaskan secara ilmiah berapa jumlah syaraf otak manusia yang mampu menghantarkan elektro magnet beserta darah dan udara sehingga seluruh organ tubuh kita dapat menerima perintah dengan baik.

Minggu, 02 September 2012

''KAPAN NIKAH ???''

Buat sahabat Aulia Rahman Pak Guru yang lebaran 1433H ini sudah menginjak usia 23tahun keatas, berapa kali kalian ketemu saudara, tetangga atau teman yang menanyakan ''KAPAN NIKAH ???''

Itu perlu direnungi sahabat silahkan baca Buku Parenting On Air untuk lebih jelasnya.

Jumat, 23 Maret 2012

Bunda Dimana Chiko

Oleh : Aulia Rahman, SH., CHt (Pak Guru)

Sebuah kisah Anak dengan kecerdasan Naturalis yang terstimulasi dengan baik oleh orangtuanya.
Aku bertanya kepada bunda ketika sepulang sekolah aku tak melihat teman kesayanganku di tempatnya, ‘’Bunda, mana si ciko??‘’ teriakku kepada bunda.
‘’Ada di kandangnya sayang, ayo cuci kaki dulu terus ganti pakaiannya.‘’ alih perhatian bunda kepadaku.
Aku jawab iya perintah bunda tapi, dalam hati aku masih menggumam dan mencari dimana ciko. Aku bahagia ketika ciko hadir di rumah ini, semua serasa bernyawa. Selang beberapa lama bunda memanggilku.
‘’Ayu, ayo makan sayang... bunda sudah masak kesukaan Ayu nii..?!.‘’ Teriak bunda dari luar kamarku untuk mengajakku makan.
‘’Iya.. bun, sebentar ayu masih ganti pakaian.‘’ setelah itu aku mencoba bergegas menuju kesuara bunda dan menanyakan keberadaan ciko kembali.

Bangun Karakter Jujur di Sekolah

Oleh : Aulia Rahman, SH., CHt. (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 24 Juni 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Sahabat Sukses, pada kesempatan ini kita mencoba membahas permasalahan besar di negara ini, yang dimana sampai saat ini seharusnya bisa kita jadikan sebagai dasar sistem budaya pemerintahan di negara yang diberikan nikmat gempah limpah lohjinawe. Sebuah kata Jujur, itulah yang seharusnya tetap menjadi pengangan negeri ini. Jujur adalah sebuah prilaku manusia yang mempunyai definisi transparan, tidak ada yang ditutupi sebagai penghilang sebuah tingkah laku atau alasan kita kepada orang lain. Sebagai orang tua kita harus selalu mengajarkan anak kita untuk tetap berbuat jujur. Mengajar anak jujur harus kita terapkan sejak dini, sehingga kelak ketika sang anak telah dewasa ia akan tetap ingat dengan apa yang telah kita ajarkan. Jadi apabila anak anda masih kecil banyak-banyaklah memberi mereka arahan dan perbuatan yang baik terutama pada karakter jujur.

Kamis, 01 Maret 2012

PROFILE MASTER HYPNO PARENTING

Aulia Rahman, lahir di Surabaya tanggal 19 Februari 1987, menikah dengan Wardatul Ummah dan telah dikaruniai seorang anak bernama Adlan Aulia Sya'bana Arrasyad. Aulia Kecil dibesarkan dari keluarga yang sibuk dengan rutinitas pekerjaan, walau setiap hari di tinggal bapak dan ibu bekerja kehidupan keluarganya bukan dari keluarga yang mewah atau kaya raya, mereka hidup sederhana di sebuah rumah yang hampir roboh, di  kawasan utara Surabaya, tepatnya di jalan wonosarilor no.84.

Besar dengan suasana kesibukan orang tua Aulia kecil tumbuh begitu bebas, dia sempat dititipkan di tetangga dekat rumah, ketika sekolah menengah pertama dia sempat tinggal di mana dia ingin tinggal, Aulia di masa SMP sempat pernah bermalam di sekolah, terkadang juga di bermalam di masjid atau mushallah di sekitar sekolah.

Tindakan yang dilakukan Aulia dimasa kecil bukanlah sebuah protes sikap kepada orang tuanya atau dampak dari pergaulan kehidupannya. namun apa yang dilakukan Aulia adalah sebuah cara pendewasaan dan kemandirian yang ingin dia ciptakan pada dirinya.

Rabu, 01 Februari 2012

MENDIDIK ANAK MENJAGA KEBERSIHAN


Oleh : Aulia Rahman, SH., CHt. IBH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 2 Februari 2012 di Radio Carolina Am 1080 KHz


Sahabat sukses yang dirahmati Allah, pada kali ini kita akan berbicara tentang mendidik anak menjaga kebersihan. Pada awalnya saya sedang kebingungan dalam mencari sebuah bagaimana serunya mengajari anak kita menjaga kebersihan, lalu saya coba untuk sharing bersama beberapa teman di jejaring sosial, banyak yang kasih masukkan tentang bagaimana menjaga kebersihan untuk anak dan saya coba untuk tuangkan dalam tulisan ini.

Sahabat sukses, kebersihan merupakan sebagian dari iman, itu pepatah yang pernah diajarkan kepada kita, dari makna pepatah tersebut dapat kita artikan bahwa dalam diri manusia bila dapat menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya maka niscahya manusia tersebut keimanannya kepada Tuhan juga terjaga kebersihannya (taat beribadah, bukan dalam golongan manusia yang menyekutukan tuhan), dalam makna arab juga mengenal pepatah demikian, ‘’bersuci sebagian dari iman‘’ yang dimana maksudnya hampir sama dengan makna pepatah sebelumnya, kurang lebih artinya mampu menjaga kesucian dalam kehidupan kita maka niscahya keimanan kita juga terjaga pula.

Minggu, 15 Januari 2012

MENJADI ORANGTUA CERDAS


Oleh : Aulia Rahman, SH., CHt. IBH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 6 Januari 2012 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Pernahkah Anda berpikir, apakah Anda adalah orang tua yang terbaik? Maka jawabannya Anda harus menjawab, PASTI alias tentu saja saya orang tua terbaik bagi anak saya. Kok bisa, maka alasannya mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya, namun jangan lupa kita selalu meminta pendapat atau masukan dari anak kita. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya karena mereka terlalu percaya diri dengan usaha yang telah lakukan.
Dalam mendidik anak ibaratnya kita sedang memenejemeni seorang artis, kita harus tahu apa kemauan artis dan kita harus selalu memperhatikan dan merawat artis tersebut, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang harus kita hindari dalam mendidik anak Anda, mungkin diantara kesalahan-kesalahan ini ada yang sering kita lakukan :

Rabu, 07 Desember 2011

Nakal Adalah Jati Diri Seorang Anak


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 25 November 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Sahabat sukses yang berbahagia dan dirahmati Allah Swt, modernisasi membuat anak kita semakin berpikir seraus kali lebih berat dari pada kita pada masa anak-anak, perkembangan jaman yang berefek kepada perkembangan teknologi, informasi, komunikasi, tidak berhenti disitu saja. Namun ada efek-efek lain yang kurang kita perhatikan dengan seksama, apa itu?? Hal itu adalah perkembangan pergaulan, perkembangan gaya hidup manusia yang cenderung bebas, instan dan mengesampingkan norma dan moral jati diri bangsa.
Coba perhatikan dalam permasalahan pergaulan, dalam Islam maupun adat masyarakat Indonesia adahal yang benar-benar kita jaga dan susah untuk melanggarnya, antara laki-laki dan perempuan seharusnya dapat di bedakan dan dijaga pergaulannya, masih kita ingat pada era tahun 70-90an kita masih takut-takut untuk terus terang mengatakan cinta kepada lawan jenis kita, kita masih takut mengajak lawan jenis kita untuk bermain(jalan-jalan) sampai melebihi bajas jam malam jam 21.00Wib, tapi yang terjadi sekarang bagaimana??

Kamis, 13 Oktober 2011

BANYAK BICARA BANYAK PRESTASI


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 14 Oktober 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Ada-ada saja keluhan yang disampaikan oleh orangtua tentang tingkah laku anaknya, mulai anaknya yang sering cemberut, suka murung, mengurung diri dan lain sebagainya. Tapi ketika ada orangtua mengkonsultasikan permasalahan itu mungkin wajar karena tindakan tersebut merupakan upaya wujud kasih sayang orangtua kepada ada dengan mendatangi konsultan pendidikan atau para ahli psikologi anak, sebenarnya fenomena ini sudah sering terjadi dikalangan keluarga yang mempunyai tingkat kelas perekonomi menengah keatas, karena kalangan tersebut biasanya mempunyai waktu luang dan financial yang cukup (orangtua sebagai pejabat dalam sebuah perusahaan bahkan sebagai top leader sehingga mudah untuk meninggalkan sebentar pekerjaannya tanpa ada pengurangan finansial dari perusahaan) untuk merawat dan membesarkan anak mereka dengan eksklusif.
Sedangkan kalau kita mau mengingat dan melihat masa-masa kecil kita, saudara, teman bahkan tayangan televisi yang menggambarkan keadaan kehidupan suatu pedesaan. maka yang kita temui tentang fenomena diatas tidak akan kita dapatkan, sebuah peristiwa (penyakit baik dikarenakan virus atau faktor psikologis anak) yang terjadi pada di masyarakat pedesaan yang kelas perekonominya cenderung dapat kita katakan menengah kebawah selalu dikaitkan dengan tradisi atau kebiasaan yang berlaku diwilayahnya, belum lagi ditinjau dengan kelas pendidikan mereka maka semacam konsultan pendidikan atau ahli psikologi anak tidak akan banyak dilirik oleh masyarakat pedesaan yang kelas perekonomian dan pendidikannya menengah kebawah.