Tampilkan postingan dengan label wonderful. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wonderful. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

MENDIDIK ANAK MENJAGA KEBERSIHAN


Oleh : Aulia Rahman, SH., CHt. IBH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 2 Februari 2012 di Radio Carolina Am 1080 KHz


Sahabat sukses yang dirahmati Allah, pada kali ini kita akan berbicara tentang mendidik anak menjaga kebersihan. Pada awalnya saya sedang kebingungan dalam mencari sebuah bagaimana serunya mengajari anak kita menjaga kebersihan, lalu saya coba untuk sharing bersama beberapa teman di jejaring sosial, banyak yang kasih masukkan tentang bagaimana menjaga kebersihan untuk anak dan saya coba untuk tuangkan dalam tulisan ini.

Sahabat sukses, kebersihan merupakan sebagian dari iman, itu pepatah yang pernah diajarkan kepada kita, dari makna pepatah tersebut dapat kita artikan bahwa dalam diri manusia bila dapat menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya maka niscahya manusia tersebut keimanannya kepada Tuhan juga terjaga kebersihannya (taat beribadah, bukan dalam golongan manusia yang menyekutukan tuhan), dalam makna arab juga mengenal pepatah demikian, ‘’bersuci sebagian dari iman‘’ yang dimana maksudnya hampir sama dengan makna pepatah sebelumnya, kurang lebih artinya mampu menjaga kesucian dalam kehidupan kita maka niscahya keimanan kita juga terjaga pula.

Minggu, 15 Januari 2012

MENJADI ORANGTUA CERDAS


Oleh : Aulia Rahman, SH., CHt. IBH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 6 Januari 2012 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Pernahkah Anda berpikir, apakah Anda adalah orang tua yang terbaik? Maka jawabannya Anda harus menjawab, PASTI alias tentu saja saya orang tua terbaik bagi anak saya. Kok bisa, maka alasannya mana ada sih “Harimau yang memakan anaknya sendiri”, atau mana mungkin sih kita mencelakakan anak kita sendiri. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya, namun jangan lupa kita selalu meminta pendapat atau masukan dari anak kita. Kenyataannya banyak orang tua yang melakukan kesalahan dalam mendidik putra-putrinya karena mereka terlalu percaya diri dengan usaha yang telah lakukan.
Dalam mendidik anak ibaratnya kita sedang memenejemeni seorang artis, kita harus tahu apa kemauan artis dan kita harus selalu memperhatikan dan merawat artis tersebut, berikut ini adalah beberapa kesalahan yang harus kita hindari dalam mendidik anak Anda, mungkin diantara kesalahan-kesalahan ini ada yang sering kita lakukan :

Rabu, 07 Desember 2011

Nakal Adalah Jati Diri Seorang Anak


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 25 November 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Sahabat sukses yang berbahagia dan dirahmati Allah Swt, modernisasi membuat anak kita semakin berpikir seraus kali lebih berat dari pada kita pada masa anak-anak, perkembangan jaman yang berefek kepada perkembangan teknologi, informasi, komunikasi, tidak berhenti disitu saja. Namun ada efek-efek lain yang kurang kita perhatikan dengan seksama, apa itu?? Hal itu adalah perkembangan pergaulan, perkembangan gaya hidup manusia yang cenderung bebas, instan dan mengesampingkan norma dan moral jati diri bangsa.
Coba perhatikan dalam permasalahan pergaulan, dalam Islam maupun adat masyarakat Indonesia adahal yang benar-benar kita jaga dan susah untuk melanggarnya, antara laki-laki dan perempuan seharusnya dapat di bedakan dan dijaga pergaulannya, masih kita ingat pada era tahun 70-90an kita masih takut-takut untuk terus terang mengatakan cinta kepada lawan jenis kita, kita masih takut mengajak lawan jenis kita untuk bermain(jalan-jalan) sampai melebihi bajas jam malam jam 21.00Wib, tapi yang terjadi sekarang bagaimana??

Minggu, 06 November 2011

BERKACA PADA IBRAHIM, ORANGTUA HARUS LEBIH PANDAI

Pembaca dan sahabat sukses yang dirahmati Allah Swt, ijinkan saya (Aulia Rahman Pak Guru, SH., CH., CHt., RhR. IBH) Owner/Master Trainer Lembaga Motivasi Wonderful Success Motivator dan Rumah hypnoRELAXATION, di hari yang suci ini bertepatan dengan Hari Raya Iedul Adha 1432 H. Mengajak Anda semua untuk bermuhasabbah tentang Pendidikan yang telah kita lakukan sebagai orangtua kepada Anak kita.

Pembaca dan Sahabat Sukses Yanng diRahmati Allah, kita pasti telah tahu, bahkan ini sudah melekat pada pikiran serta ingatan kita tentang sejarah Iedul Adha atau sering kita kenal dengan Hari Raya Qurban, yaa benar sekali sejarah tentang Nabi Ibrahim dan Putranya Nabi Ismail.

Tapi permasalahannya disini, apa bila kita hanya mengambil hikmah dari peristiwa tersebut sebatas itu, maka yang kita dapat hanya makna keikhlasan dan ketauhidtan seorang hamba kepada Rabbnya, maka saya saat ini mengajak anda untuk memahami peristiwa tersebut dari kacamata Parenting.

Kamis, 13 Oktober 2011

BANYAK BICARA BANYAK PRESTASI


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 14 Oktober 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Ada-ada saja keluhan yang disampaikan oleh orangtua tentang tingkah laku anaknya, mulai anaknya yang sering cemberut, suka murung, mengurung diri dan lain sebagainya. Tapi ketika ada orangtua mengkonsultasikan permasalahan itu mungkin wajar karena tindakan tersebut merupakan upaya wujud kasih sayang orangtua kepada ada dengan mendatangi konsultan pendidikan atau para ahli psikologi anak, sebenarnya fenomena ini sudah sering terjadi dikalangan keluarga yang mempunyai tingkat kelas perekonomi menengah keatas, karena kalangan tersebut biasanya mempunyai waktu luang dan financial yang cukup (orangtua sebagai pejabat dalam sebuah perusahaan bahkan sebagai top leader sehingga mudah untuk meninggalkan sebentar pekerjaannya tanpa ada pengurangan finansial dari perusahaan) untuk merawat dan membesarkan anak mereka dengan eksklusif.
Sedangkan kalau kita mau mengingat dan melihat masa-masa kecil kita, saudara, teman bahkan tayangan televisi yang menggambarkan keadaan kehidupan suatu pedesaan. maka yang kita temui tentang fenomena diatas tidak akan kita dapatkan, sebuah peristiwa (penyakit baik dikarenakan virus atau faktor psikologis anak) yang terjadi pada di masyarakat pedesaan yang kelas perekonominya cenderung dapat kita katakan menengah kebawah selalu dikaitkan dengan tradisi atau kebiasaan yang berlaku diwilayahnya, belum lagi ditinjau dengan kelas pendidikan mereka maka semacam konsultan pendidikan atau ahli psikologi anak tidak akan banyak dilirik oleh masyarakat pedesaan yang kelas perekonomian dan pendidikannya menengah kebawah.

Minggu, 25 September 2011

Bunga Mawar Dari Anak Yatim


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)

‘’ Sebuah kisah nyata yang terilhami dari perjalanan cinta sepasang anak manusia yang berusaha menyatukan cinta untuk meraih ridho Allah Swt. ‘’
Perjalanan cinta memang indah bagi sebagian pemuja cinta, pahit, getir dan manis merupakan sensasi cinta bagi mereka. Begitu pula bagiku belajar mengarungi hidup dengan cinta mulai sejak duduk dibangku akhir SMA, kata orang masih cinta monyet tapi bagiku tidak karena masa cinta monyet itu sudah aku lalui saat aku ada dibangku SMP.
Kalau boleh dibilang, kata temanku. aku melewati waktu dalam hidupku lebih cepat tiga tahun dari seharusnya, dalam mengenal sosok wanita aku tidak pernah main-main dalam memastikan jati dirinya, dibangku SMA aku pernah terpikir untuk segera menikah setelah lulus sekolah, hal itu aku pilih karena menikah muda dapat mengurangi resiko maksiat yang aku lakukan, belum lagi jaman sekarang melihat pergaulan anak muda sekarang sangat menggoda nafsu kaum lelaki.

Minggu, 11 September 2011

Makna MAAF IDUL FITRI Pada Anak Kita


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 16 September 2011 di Radio Carolina AM 1080 KHz

Puasa ramadhan adalah sebuah waktu bagi umat muslim untuk memperbaiki keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, hal itu diyakini dan dimanfaatkan oleh semua umat islam yang bertaqwa untuk mendekatkan diri serta memperbaiki keimanan dan ketaqwaannya selama satu bulan penuh, dengan menahan segala nafsu yang negatif dari dalam dirinya sehingga setiap insan menjadi manusia yang benar-benar bertaqwa pada Allah, maka sebagai konsekuensi kesempurnaannya sebagai manusia yang bertaqwa, umat muslim merayakannya dengan melakukan perayaan hari raya pada tanggal 1 syawal setelah ramadhan yang sering kita kenal dengan hari raya idul fitri dengan melakukan shalat ied dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan serta saling memaafkan.
Idul fitri dari makna bahasa adalah kembali kefitrah (kembali suci), setelah satu tahun berjalan menjalankan tugas sebagai manusia dan melalui proses diklat dalam bulan ramadhan, inti kemenangan itu adalah proses kita maaf memaafkan, banyak kasus yang terjadi di masyarakat, para orangtua dalam proses pendidikan spiritual atau agama sering sekali salah kaprah, sebuah contoh dalam sebuah keluarga orangtua kurang menanamkan contoh bagaimana ibadah di bulan ramadhan sebenarnya, banyak terjadi diminggu-minggu awal ramadhan masjid full dengan jama’ah shalat tarawih, namun setelah minggu-minggu akhir masjid sepi dengan jama’ah shalat tarawihnya.
Padahal Rasulullah menganjurkan di minggu atau di sepuluh hari terakhir kita diupayakan untuk meningkatkan ibadah di bulan ramadhan, naah... di masyarakat justru kebalikannya. Pertanyaannya apakah kita sudah mengajarkan perintah rasul kepada anak kita?? atau malah kita mengajari anak kita dengan sikap gaya hedonisme dengan membeli baju baru untuk digunakan pada saat hari raya idul fitri dengan meninggalkan segala ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah.

Minggu, 04 September 2011

CORETAN KECIL UNTUK ADLAN

Oleh : Aulia Rahman, SH
‘’ Terinspirasi dari perjalanan hidup rumah tangga kami, pasangan Aulia Rahman dan Wardatul Ummah pada masa kehamilan anak pertama. ‘’
Dalam kehidupannya setiap manusia mengharapkan moment kebahagiaan. Kebahagiaan adalah hal yang biasa namun akan selalu diingat sampai kapanpun, entah itu promosi jabatan, pernikahan, mendapatkan hadiah, sampai diberikannya amanah berupa kelahiran seorang bayi. Subhanallah Walhamdulillah.... kalimat itu layak kita ucapkan kepada Rabb sang pencipta, tidak ada kalimat lain yang layak kita sampaikan kepada Sang pencipta hidup.
Penantian yang tidak lama akhirnya terwujud juga, impian menjadi seorang ayah di usia muda dan membina rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah, telah tercapai juga. Kami berdua hanya bisa berdoa, ‘’ Yaa.. Rabb... berikanlah keluarga kami keberkahanMu dan jauhkanlah kami dari karma dan ujianMu yang terasa berat bagi kami serta jadikanlah anak-anak kami menjadi anak yang Shaleh dan Shaleha. Amiin ‘’. Semoga doa kami berdua ini selalu diijabah Allah SWT.

Kamis, 07 Juli 2011

PERAN ORANGTUA BERSAHABAT DENGAN SEKOLAH


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 10 Juli 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Pendidikan merupakan hal terbesar yang selalu diutamakan oleh para orang tua. Saat ini masyarakat semakin menyadari pentingnya memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak mereka sejak dini. Untuk itu orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam membimbing dan mendampingi anak dalam kehidupan keseharian anak. Sudah merupakan kewajiban para orang tua untuk menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga dapat memancing keluar potensi anak, kecerdasan dan rasa percaya diri. Dan tidak lupa memahami tahap perkembangan anak serta kebutuhan pengembangan potensi kecerdasan dari setiap tahap.
Ada banyak cara untuk memberikan pendidikan kepada anak baik formal maupun non formal. Adapun pendidikan formal tidak sebatas dengan memberikan pengetahuan dan keahlian kepada anak-anak mereka di sekolah. Selain itu pendidikan non formal menanamkan tata nilai yang serba luhur atau ahlak mulia, norma-norma, cita-cita, tingkah laku dan aspirasi dengan bimbingan orang tua di rumah.

Sabtu, 18 Juni 2011

CARA DAFTAR SEKOLAH ON LINE

Sekarang, untuk mendaftar sekolah, tidak perlu antri lagi seperti dulu. Dengan hanya bermodalkan komputer dan koneksi internet, anda bisa mendaftar sekolah di mana saja dengan PSBOnline

Daftarkan sekarang juga, HANYA untuk SURABAYA.

Jumat, 10 Juni 2011

SEKOLAH BARU UNTUK ANAKKU


Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru) 
Disampaikan tanggal 10 Juni 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz



Tidak dapat dipungkiri tentang adanya ungkapan bahwa masa depan suatu bangsa terletak di tangan para generasi mudanya. Artinya,kemajuan atau kemunduran suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas calon-calon penerus bangsa. Siapa Calon penerus bangsa, mereka  terdiri dari para anak muda dan remaja, serta anak-anak kecil yang akan diasah untuk memperjuangkan bangsa ini. Manakala generasi mudanya berkualitas rendah baik fisik atau psikis, bisa dipastikan bangsa tersebut akan mengalami kekacauan, Karena calon pemimpin bangsanya kurang berkompeten.
Dapat kita ambil contoh kasus diatas, di jaman sekarang anak muda atau remaja yang mempunyai prestasi yang sudah diukir baik akademis maupun non akademis sangat langkah sekali, padahal kalau mau digalih dan di latih apa yang telah dikaruniakan pada mereka, akan muncul sebuah prestasi yang diharapkan oleh orangtua, sekolah, dan masyarakat bangsa ini, selama ini kita mengenal Prof. Dr. Yohanes Surya, anak bangsa yang mampu mengharumkan nama bangsa melalui mata pelajaran sains di berbagai event olympiade internasional, dengan misi dan visinya Prof. Yohanes saat ini ingin membangkitkan semangat belajar sains kepada ibu-ibu dan anak muda Indonesia yang beliau mulai dari Indonesia timur. 
Dalam konteks mempersiapkan generasi penerus, tidak lain ditujukan pada bidang pendidikan (sekolah). Menurut para orangtua sekolah adalah tempat dimana mendidik peserta didik menjadi manusia seutuhnya menjadi manusia yang cerdas dan kreatif. Saat ini marak sekali para anak dan orangtua memilih sekolah. Baik lulusan TK yang akan melanjutkan ke sekolah dasar (SD), dari SD akan melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan SLTP ke Sekolah Menengah Umum (SMU) serta siswa SMU yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Perguruan Tinggi (PT). Oleh karena itu Anda harus memikirkan panjang lebar dalam memilih sekolah yang berkualitas tinggi baik negeri maupun swasta. Anda harus mengetahui kelebihan serta kekurangan dari sekolah-sekolah tersebut. Sekolah yang berkualitas tinggi tidak harus mahal. Karena sekolah yang mahal belum tentu terjamin kualitasnya.

Aku Berbicara Dengan Anakku

Oleh : Aulia Rahman, SH (Pak Guru)
Disampaikan tanggal 27 Mei 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz

Sahabat sukses ada sebuah kisah fiksi antara seekor bebek dan seekor anak burung, awalnya ada seeokor bebek yang sedang mengerami telurnya di dalam kandang, kemudian induk bebek meninggalkan eraman yang didalamnya terdapat dua butir telur calon anak bebek untuk mencari makan diluar kandang, lalu tiba-tiba telur seekor burung yang sangkarnya tepat berada di atas kandang bebek terjatuh dan masuk dalam eraman bebek, ketika bebek kembali kekandang bebek terkejut melihat telurnya menjadi tiga buah yang awalnya hanya ada dua butir, kemudian bebek mencari tahu telur milik siapa yang satu ini, setelah beberapa saat bebek kembali lagi keeramannya dan berkata wahai terlur bila engkau datang kesini karena perintah tuhan maka aku akan selalu menjagamu hingga kau menetas nanti.
Kemudian bebek mengerami ketiga telurnya sampai suatu hari telur itu satu demi satu menetas, telur pertama milik bebek menetas menjadi anak bebek jantan yang tampan, yang kedua telur bebek menetas menjadi anak bebek yang cantik, tetapi apa yang terjadi dengan telur yang satunya, selang dua hari setelah telur-telur bebek menetas hanya satu telur yang belum menetas kata bebek. tetapi karena bebek menganggap telur itu hadiah dari tuhan maka dia selalu menjaganya suatu ketika telur itu bergerak dan lalu menetas, dari hasil telur itu ternyata yang menetas adalah seekor anak burung yang tampan dengan warna bulu yang indah, bebek terkejut ‘’waah anak siapa ini?? Dia bukan anakku. ‘’ kata bebek., namun anak burung itu terus memanggil bebek dengan panggilan mama.

Jumat, 29 April 2011

Pemimpin dan Organisasi


Oleh : Aulia Rahman, SH
Dalam Up Grading PC IPM Wonokromo di Pacet Mojokerto
Seorang pemimpin adalah pribadi yang sangat menentukan bagi suatu umat atau bangsa. Menentukan karena dengannya sebuah Negara bisa maju atau mundur. Bila seorang pemimpin tampil lebih memihak kepada kepentingan dirinya, tidak bisa tidak rakyat pasti terlantar. Sebaliknya bila seorang pemimpin lebih berpihak kepada rakyatnya, maka keadilan pasti ia tegakkan.
Keadilan adalah titik keseimbangan yang menentukan tegak tidaknya alam semesta ini. Allah swt menegakkan langit dengan keseimbangan. Pun juga segala yang ada di bumi Allah swt berikan dengan penuh keseimbangan. Padanan keseimbangan adalah keadilan, lawan katanya adalah kedzaliman.
Setiap kedzaliman pasti merusak. Bila manusia berbuat dzalim maka pasti ia akan merusak diri dan lingkungannya. Bayangkan bila yang berbuat dzalim adalah seorang pemimpin. Pasti yang akan hancur adalah bangsa secara keseluruhan.
Di dalam Al Qur’an Allah swt telah menceritakan hancurnya umat-umat terdahulu adalah kerena kedzaliman pemimpinnya. Karena itu bila kita berusaha untuk memecahkan persoalan bangsa maka tidak ada jalan kecuali yang pertama kali kita perbaiki adalah pemimpinnya.
Pemimpin yang korup dan dzalim bukan saja akan membawa malapetaka terhadap rakyatnya tepai lebih jauh –dan ini yang sangat kita takuti – Allah swt akan mencabut keberkahan yang diberikan. Sungguh sangat sengsara sebuah kaum yang kehilangan keberkahan. Sebab dengan hilangnya keberkahan tidak saja fisik yang sengsara melainkan lebih dari itu, ruhani juga ikut meronta-ronta.

Rabu, 20 April 2011

Perempuan dan Surga Allah


Didedikasikan Untuk Istriku Tercinta dan Para Perempuan
Oleh : Aulia Rahman, SH
Sahabat sukses, pernahkah kita bertanya ''Kenapa kita bisa seperti ini?'' karena siapa kita bisa begini? Kita bisa berjalan, berbicara, membaca, menulis bahkan kita bisa menjadi dewasa, pernakah kita bertanya berkat siapa kita dapat begini? Pasti tanpa berpikir panjang semua orang pasti akan menjawab kalau semua itu berkat orangtua yang telah merawat dan membesarkan kita, terutama sosok manusia yang dikaruniai Allah dengan segala keindahan dan kesempurnaannya, yang biasa kita panggil ibu.

Dalam proses hidup manusia, kita hidup dipengaruhi oleh sosok perempuan yang senantiasa membimbing dan mendidik kita untuk menjadi dewasa, dalam kehidupan ini hanya perempuanlah yang selalu menggunakan hatinya dalam segala hal yang akan dia lakukan, sikap yang lembut dan bijaksana selalu lekat pada dirinya, tak peduli itu akan berdampak buruk untuknya hati seorang perempuan akan selalu menuntun dalam mengambil keputusan yang akan dia lakukan.

Bahkan karena kebijakan dan keistimewaannya dalam agama kita perempuan sangat dikagumi dan dihargai buktinya ada beberapa nama surat dalam Al Quran yang diambil dari nama sosok perempuan suci yang mengemban amanah Allah bahkan salah satu surat Al Quran mempunyai arti dalam bahasa Indonesia yaitu perempuan, ditegaskan oleh Rasulullah Saw dalam Hadistnya :