Kelas terbuka cara mendidik anak
bagi orangtua yang peduli dengan pendidikan.
Penulis : Aulia Rahman Pak Guru
Banyak Cara dan solusi mendidik anak, sebuah tawaran untuk mengisi waktu istirahat Anda sambil mencari ilmu mendidik anak, buku
Parenting On Air semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam menjalankan
amanahNya sebagai orangtua dari buah hati kita. Sahabat sukses anak merupakan
amanah yang diberikan Allah kepada hambanya yang telah mampu melakukan
perjalanan sebagaian hidupnya untuk ikhlas kepadaNYa, mengapa? Merawat,
mendidik dan membesarkan anak bukanlah hal yang mudah, alami dan sepeleh, namun
penuh keikhlasan dan selalu belajar cara merawat, mendidik dan membesarkan buah
hati kita.
Disampaikan tanggal 2 Februari 2012 di Radio Carolina Am 1080 KHz
Sahabat sukses yang dirahmati Allah, pada kali ini kita akan berbicara tentang mendidik anak menjaga kebersihan. Pada awalnya saya sedang kebingungan dalam mencari sebuah bagaimana serunya mengajari anak kita menjaga kebersihan, lalu saya coba untuk sharing bersama beberapa teman di jejaring sosial, banyak yang kasih masukkan tentang bagaimana menjaga kebersihan untuk anak dan saya coba untuk tuangkan dalam tulisan ini.
Sahabat sukses, kebersihan merupakan sebagian dari iman, itu pepatah yang pernah diajarkan kepada kita, dari makna pepatah tersebut dapat kita artikan bahwa dalam diri manusia bila dapat menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya maka niscahya manusia tersebut keimanannya kepada Tuhan juga terjaga kebersihannya (taat beribadah, bukan dalam golongan manusia yang menyekutukan tuhan), dalam makna arab juga mengenal pepatah demikian, ‘’bersuci sebagian dari iman‘’ yang dimana maksudnya hampir sama dengan makna pepatah sebelumnya, kurang lebih artinya mampu menjaga kesucian dalam kehidupan kita maka niscahya keimanan kita juga terjaga pula.
Disampaikan tanggal 25 November 2011 di Radio Carolina Am 1080 KHz
Sahabat sukses yang berbahagia dan dirahmati Allah Swt, modernisasi membuat anak kita semakin berpikir seraus kali lebih berat dari pada kita pada masa anak-anak, perkembangan jaman yang berefek kepada perkembangan teknologi, informasi, komunikasi, tidak berhenti disitu saja. Namun ada efek-efek lain yang kurang kita perhatikan dengan seksama, apa itu?? Hal itu adalah perkembangan pergaulan, perkembangan gaya hidup manusia yang cenderung bebas, instan dan mengesampingkan norma dan moral jati diri bangsa. Coba perhatikan dalam permasalahan pergaulan, dalam Islam maupun adat masyarakat Indonesia adahal yang benar-benar kita jaga dan susah untuk melanggarnya, antara laki-laki dan perempuan seharusnya dapat di bedakan dan dijaga pergaulannya, masih kita ingat pada era tahun 70-90an kita masih takut-takut untuk terus terang mengatakan cinta kepada lawan jenis kita, kita masih takut mengajak lawan jenis kita untuk bermain(jalan-jalan) sampai melebihi bajas jam malam jam 21.00Wib, tapi yang terjadi sekarang bagaimana??
Disampaikan tanggal 16 September 2011 di Radio Carolina AM 1080 KHz
Puasa ramadhan adalah sebuah waktu bagi umat muslim untuk memperbaiki keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, hal itu diyakini dan dimanfaatkan oleh semua umat islam yang bertaqwa untuk mendekatkan diri serta memperbaiki keimanan dan ketaqwaannya selama satu bulan penuh, dengan menahan segala nafsu yang negatif dari dalam dirinya sehingga setiap insan menjadi manusia yang benar-benar bertaqwa pada Allah, maka sebagai konsekuensi kesempurnaannya sebagai manusia yang bertaqwa, umat muslim merayakannya dengan melakukan perayaan hari raya pada tanggal 1 syawal setelah ramadhan yang sering kita kenal dengan hari raya idul fitri dengan melakukan shalat ied dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan serta saling memaafkan.
Idul fitri dari makna bahasa adalah kembali kefitrah (kembali suci), setelah satu tahun berjalan menjalankan tugas sebagai manusia dan melalui proses diklat dalam bulan ramadhan, inti kemenangan itu adalah proses kita maaf memaafkan, banyak kasus yang terjadi di masyarakat, para orangtua dalam proses pendidikan spiritual atau agama sering sekali salah kaprah, sebuah contoh dalam sebuah keluarga orangtua kurang menanamkan contoh bagaimana ibadah di bulan ramadhan sebenarnya, banyak terjadi diminggu-minggu awal ramadhan masjid full dengan jama’ah shalat tarawih, namun setelah minggu-minggu akhir masjid sepi dengan jama’ah shalat tarawihnya.
Padahal Rasulullah menganjurkan di minggu atau di sepuluh hari terakhir kita diupayakan untuk meningkatkan ibadah di bulan ramadhan, naah... di masyarakat justru kebalikannya. Pertanyaannya apakah kita sudah mengajarkan perintah rasul kepada anak kita?? atau malah kita mengajari anak kita dengan sikap gaya hedonisme dengan membeli baju baru untuk digunakan pada saat hari raya idul fitri dengan meninggalkan segala ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah.